SMP Negeri 1 Watampone Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan Telah Menanam 1.750 Pohon dan 1.000 Tanaman Hias

Watampone, 2 Maret 2025 – SMP Negeri 1 Watampone, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammad Arfah, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan melalui berbagai inisiatif nyata. Sekolah ini telah berhasil menanam sekitar 1.750 pohon dan 1.000 tanaman hias di lingkungan sekolah sebagai bagian dari program penghijauan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan sehat.

Selain penanaman pohon dan tanaman hias, SMP Negeri 1 Watampone juga mengembangkan program apotik hidup dengan menanam berbagai tanaman obat, seperti jahe, kunyit, dan lengkuas, yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan warga sekolah. Program ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan pembelajaran praktis bagi siswa tentang manfaat tanaman obat.

Untuk mengelola sampah secara berkelanjutan, sekolah ini telah mendirikan bank sampah yang aktif melibatkan siswa, guru, dan staf dalam memilah dan mendaur ulang sampah. Bank sampah ini bertujuan mengurangi limbah, khususnya plastik, serta mengedukasi siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Kami ingin siswa memahami bahwa sampah, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujar Muhammad Arfah.

Kegiatan Jumat Bersih menjadi agenda rutin yang melibatkan seluruh warga sekolah. Setiap Jumat, guru dan siswa bahu-membahu membersihkan lingkungan sekolah, termasuk halaman, selokan, dan ruang kelas, untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. “Kebersihan adalah cerminan budaya hidup sehat. Kami ingin menanamkan kebiasaan ini sejak dini,” tambah Muhammad Arfah.

Tidak hanya itu, lahan kosong di sekolah dimanfaatkan untuk menanam cabai dan tomat, yang dikelola oleh siswa sebagai bagian dari pembelajaran pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak sekaligus menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh warga sekolah.

Muhammad Arfah juga menekankan pentingnya hemat energi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Ia mengimbau seluruh warga sekolah untuk mematikan lampu dan keran air saat tidak digunakan. “Hemat energi, seperti air dan listrik, adalah langkah sederhana namun berdampak besar untuk menjaga kelestarian lingkungan,” katanya. Ia juga mendorong siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik serta anorganik guna mendukung terciptanya sekolah berwawasan lingkungan.

Melalui berbagai inisiatif ini, SMP Negeri 1 Watampone berharap menjadi teladan bagi sekolah lain dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Program-program ini tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan bersih, tetapi juga membentuk generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Tinggalkan komentar